Total Tayangan Halaman

Rabu, 05 Januari 2011

TUGAS KERASULAN YESUS !!!

[QS. 61:6. Dan (ingatlah) ketika Yesus anak Maria berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata."]

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai
tugas kerasulan Yesus, ada baiknya kita mengklarifikasi pernyataan yang diduga berasal dari atau sengaja diletakkan ke mulut Yesus menurut pengarang Lukas berikut ini: 

LUKAS: 
16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya. 
16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.  
Menurut ayat 16 di atas, Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes Pembaptis. Apakah pernyataan ini benar?  Ayat 16 di atas tampaknya merupakan serpihan yang telah direnovasi dari sumber Q yang dikutip lengkap oleh pengarang Matius berikut ini: 

MATIUS: 
11:12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. 
11:13 Sebab
semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes  
Menurut ayat 12 dan 13 dalam Matius, bukannya Hukum Taurat dan kitab para nabi yang berlaku sampai zaman Yohanes Pembaptis, akan tetapi NUBUAT para nabi dan kitab Tauratlah yang sampai kepada zaman Yohanes Pembaptis. Pernyataan menurut Matius ini, terlepas dari getolnya pengarang Matius dalam menyuguhkan tokoh Yesus sebagai satu2nya orang yang akan menggenapi seluruh nubuat Kitab Taurat dan kitab para nabi (baca lagi Distorsi Matius 1), adalah pernyataan yang paling mungkin yang diduga berasal dari Yesus berkenaan dengan sikap Yesus terhadap Kitab Taurat dan kitab para nabi, karena disamping kutipannya lebih lengkap, ia juga tidak bertentangan dengan "pernyataan Yesus" dalam Matius 5:17-48 yang berisi penegasan Yesus tentang tugas kerasulannya kepada umat Israel. Sedangkan "pernyataan Yesus" dalam Lukas 16:16 yang menyatakan bahwa Hukum Taurat berlaku hingga zaman Yohanes, tidak lain merupakan akal2an pengarang Lukas saja, karena dalam bukunya yang kedua, yang merupakan kitab propaganda, "Kisah Para Rasul", pengarang Lukas mempromosikan seorang tokoh pembuat ajaran Kristen yang bernama Paulus (Saulus dari Tarsus). 

Jika
Lukas 16:16 merupakan serpihan dari sumber Q yang dikutip lengkap dalam Matius 11:12-13, maka Lukas 16:17 tampak jelas merupakan serpihan dari sumber Q yang dikutip lengkap dalam Matius 5:18 (di bawah). 

Jelaslah bahwa
Lukas 16:16 tidak mungkin merupakan pernyataan Yesus yang utuh, ia merupakan serpihan yang sudah diedit dari pernyataan yang diduga berasal dari Yesus, yang dimaksudkan oleh pengarangnya untuk mempromosikan tokoh Paulus Tarsus dalam buku karangannya yang kedua, "Kisah Para Rasul". 

Lebih jauh, pengarang Lukas sendiri dalam
Lukas 23:55-56 berkisah tentang para pengikut Yesus yang mengkuduskan hari Sabat setelah menyaksikan mayat "Yesus" dibaringkan. Sebagaimana diketahui, pengkudusan hari Sabat merupakan bagian pokok dari hukum Taurat. Bagaimana mungkin hukum Taurat berlaku sampai kepada zaman Yohanes Pembaptis sementara para pengikut Yesus sendiri mengkuduskan hari Sabat justru setelah "Yesus" mati?

LUKAS:
23:55. Dan perempuan-perempuan yang datang bersama-sama dengan Yesus dari Galilea, ikut serta dan mereka melihat kubur itu dan bagaimana mayat-Nya (Yesus) dibaringkan.
23:56. Dan setelah pulang, mereka menyediakan rempah-rempah dan minyak mur. Dan
pada hari Sabat mereka beristirahat menurut hukum Taurat.
 
Adapun pernyataan Yesus dari sumber Q tentang tugas kerasulan Yesus, dikutip lengkap oleh pengarang Matius di bawah ini: 

MATIUS: 
5:17. "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 
5:18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 
5:19
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 
5:20
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.  

5:21. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
5:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. 
5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, 
5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. 
5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 
5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.  

5:27. Kamu telah mendengar firman:
Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu:
Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 
5:29
Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 
5:30
Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
5:31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 
5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.  

5:33. Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. 
5:34 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, 
5:35 maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; 
5:36 janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. 
5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.  

5:38. Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. 
5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. 
5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. 
5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. 
5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.  

5:43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. 
5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? 
5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? 
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."  
Menurut ayat 17 di atas, Yesus menyatakan bahwa ia datang bukan untuk menghilangkan Hukum Taurat dan kitab para nabi, tetapi hanya untuk menggenapinya (melengkapinya). Pernyataan Yesus ini jelas bertentangan dengan pernyataan Paulus Tarsus dalam Galatia berikut ini: 

GALATIA:
2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.
Untuk mempersingkat, kita abaikan saja pernyataan Paulus Tarsus di atas, dan kita lanjutkan pembahasan mengenai tugas kerasulan Yesus.  

Dalam ayat 18 di atas, Matius menjelaskan melalui mulut Yesus bahwa
Hukum Taurat itu berlaku hingga hari kiamat. Ringkasnya, Yesus sama sekali tidak meniadakan Hukum Taurat dan kitab para nabi, akan tetapi justru untuk menegakkan kembali Hukum Taurat dan melengkapinya dengan Kitab Suci Injil. Benarkah ini? 

Perhatikan ayat 19 dan 20 di atas. Dalam ayat 19, Yesus menyatakan bahwa siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. Bahkan dalam ayat 20,
Yesus mengancam kepada umat Israel, bahwa jika hidup keagamaan mereka tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, mereka diancam tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Perlu dijelaskan, bahwa ahli2 Taurat dan orang2 Farisi adalah kelompok masyarakat Israel yang senantiasa menentang ajaran dan mencari2 kesalahan Yesus. 

Apa buktinya? Secara singkat saja, berikut ini
bukti tegas tentang penegakan Hukum Taurat oleh Yesus: 

Dalam ayat 27, Yesus mengutip Hukum Taurat yang tersebut dalam Keluaran 20:14 dan Ulangan 5:18,
"Jangan berzinah". Menurut Hukum Taurat dalam Ulangan 22:13-27 dan Imamat 20:10-21, setiap pelaku zinah, baik laki2 maupun perempuan, keduanya wajib dilempari batu oleh orang2 sekotanya sampai mati. Dalam kasus ini Yesus menggenapinya dengan menyatakan bahwa: 

- Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.  

- Jika
matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka (MATIUS 5:29; 18:9 dan MARKUS 9:47).  

- Jika
tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka (Matius 5:30). Dan dalam Matius 18:8 dikatakan,  jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal (lihat juga Markus 9:43,45).

Berkenaan dengan Hukum Taurat tentang pelaku zinah, ada baiknya kita simak
kasus zinah menurut pengarang Yohanes berikut ini: 

YOHANES: 
8:1. tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. 
8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. 
8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. 
8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus:
"Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. 
8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk
melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" 
8:6
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. 
8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka:
"Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." 
8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. 
8:9
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. 
8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" 
8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."  
Ketika ditanya ahli2 Taurat tentang Hukum Taurat untuk pelaku zinah (ayat 5), Yesus sama sekali tidak membantahnya, malah justru Yesus berkata, "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." (ayat 7). Jelas, ini bukti kuat bahwa Yesus datang bukan untuk menghilangkan Hukum Taurat dan kitab para nabi, tetapi untuk menegakkannya dan melengkapinya. 

Namun demikian, mengingat tindakan ahli2 Taurat di atas hanya untuk mencari2 kesalahan Yesus, hukum rajam pun batal dilakukan. Akan tetapi yang terpenting adalah bahwa
Yesus sama sekali tidak membantah hukum rajam dalam Taurat, tetapi malah memerintahkan ahli2 Taurat untuk merajamnya (ayat 6). 

Adapun tentang
batalnya hukum rajam dalam kasus Yohanes di atas, ada dua hal yang menyebabkannya:

1. Rajam tersebut tidak memenuhi syarat Hukum Taurat, dimana rajam harus dilakukan atau dieksekusi oleh seluruh orang2 yang sekota dengan pelaku zinah tersebut (Ulangan 22:13-27 dan Imamat 20:10-21). 

2. Terdapat kejanggalan dalam kasus di atas, karena pelaku zinah yang diajukan hanya dari pihak perempuan, padahal menurut Hukum Taurat dalam Ulangan 22:13-27 dan Imamat 20:10-21, kedua pelaku zinah, baik perempuan maupun laki2 (atau binatang kalo ia berkelamin dengan binatang), harus diajukan dan dieksekusi secara bersama2. 

Lebih lanjut,
pengampunan yang diberikan Yesus dalam Yohanes 8:11, sama sekali tidak ada kaitannya dengan hukum baru, tetapi oleh karena kedua sebab di atas dan mengingat tindakan ahli2 Taurat tersebut hanya untuk mencari2 kesalahan Yesus. 

Bukti kuat lainnya berkaitan dengan tugas kerasulan Yesus dapat disimak di bawah ini: 

MATIUS: 
7:12 "Segala sesuatu yang  kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

15:3 Tetapi jawab
Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu? 
15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi:
Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.  

23:23 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
MARKUS: 
7:10 Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati. 

Ayat2 yang merupakan "pernyataan Yesus" di atas merupakan
Hukum Taurat sebagaimana dimaksud dalam Kitab Keluaran, Kitab Ulangan, dan Kitab Imamat, antara lain berikut ini:
KELUARAN: 
20:12. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. 
21:17
Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya, ia pasti dihukum mati. 
ULANGAN:  
5:16 Hormatilah ayahmu dan ibumu, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, supaya lanjut umurmu dan baik keadaanmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.  
IMAMAT: 
20:9 Apabila ada seseorang yang mengutuki ayahnya atau ibunya, pastilah ia dihukum mati; ia telah mengutuki ayahnya atau ibunya, maka darahnya tertimpa kepadanya sendiri.  

MISI KERASULAN YESUS !!!

[QS. 61:6. Dan (ingatlah) ketika Yesus anak Maria berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata."]

Tercatat ada
5 (lima) kasus dalam Alkitab yang berkaitan dengan misi kerasulan Yesus yang tampak dibatasi hanya untuk umat Israel. Perlu dijelaskan terlebih dahulu bahwa ketika membaca frasa "umat Israel", maka ia berkonotasi dengan "umat Yahudi", sementara ketika membaca frasa "umat Yahudi", maka ia belum tentu berkonotasi dengan "umat Israel", karena "agama Yahudi" bukan saja dianut oleh para keturunan Israel (Yakub), tetapi juga dianut oleh orang2 dari bangsa2 lain yang berafiliasi ke agama Yahudi. Namun demikian, Yesus mengemban misi kerasulannya sama sekali bukan untuk orang2 Yahudi, tetapi hanya kepada orang2 keturunan Yakub (Bani Israel). Simak baik2 kasus2 berikut ini:

     
1. Kasus 1: Perempuan Kanaan.   

MATIUS:    

15:21. Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.   
15:22 Maka datanglah seorang
perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."   
15:23 Tetapi
Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."   
15:24 Jawab
Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata:
"Tuhan, tolonglah aku."  
15:26 Tetapi Yesus menjawab:
"Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."*   15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."   
15:28 Maka
Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.     

Dalam kasus di atas,
Yesus membatasi misinya hanya kepada orang2 sesat dari umat Israel, yang dimetaforakan sebagai "domba2 yang hilang". Tetapi, mengingat desakan dari perempuan Kanaan tersebut, dan mengingat imannya begitu besar, maka Yesus pun menurutinya. Tindakan Yesus ini merupakan pengecualian atas misinya. Adapun kata "Kanaan" merupakan sebutan bagi kelompok etnis masyarakat yang menghuni Palestina sebelum, dan kemudian berdampingan dengan, bangsa Israel.

Perlu diketahui juga, bahwa kata
"anak-anak" dalam ayat di atas adalah metafora bagi umat Israel dimana Yesus mengemban misinya, yaitu para keturunan Israel dari Yehuda. Demikian juga dengan para keturunan Israel dari Benyamin, mereka juga dirujuk sebagai umat Israel. Sedangkan kata "anjing" dalam ayat di atas merupakan metafora bagi orang2 selain umat Yesus yang dalam konteks ini adalah "orang Kanaan". Orang2 Kanaan, bukanlah umat dimana Yesus mengemban misinya (perhatikan konteks ayat2nya).


2. Kasus 2: Perempuan Yunani.

MARKUS: 

7:24. Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. 
7:25 Malah
seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. 
7:26 Perempuan itu
seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. 
7:27 Lalu
Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."* *
7:28 Tetapi perempuan itu menjawab:
"Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." 
7:29 Maka kata
Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." 7:30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar. 

Kasus Markus di atas sebenarnya
sejenis dengan kasus Matius sebelumnya, namun orang yang meminta tolong dalam kasus ini adalah orang Yunani. Dalam kasus ini, orang Yunani tersebut memohon dengan sangat kepada Yesus, yang digambarkan dalam ayat di atas dengan "tersungkur di depan kaki Yesus".

Lagi2 Yesus menegaskan, bahwa dirinya hanyalah mengemban misi kepada
"anak-anak", bukan kepada "anjing". Sebagaimana dijelaskan dalam kasus Matius di atas, bahwa kata "anak-anak" adalah metafora bagi umat Israel dimana Yesus mengemban misinya, sedangkan kata "anjing" merupakan metafora bagi orang2 selain umat Yesus, yang dalam konteks ini adalah "orang Yunani". Jangankan orang Yunani, orang Kanaan pun Yesus tidak menyampaikan misinya. 

Namun demikian, oleh karena
desakan dan permohonan yang merengek2 dari orang Yunani tersebut, Yesus pun menuruti permohonannya. Sebagaimana kasus Matius di atas, kasus ini juga merupakan pengecualian atas misi yang diemban Yesus, oleh karena "kata-kata orang Yunani" tersebut telah meluluhkan hati Yesus.


3. Kasus 3: Perwira Romawi.

LUKAS:   

7:1. Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.   
7:2 Di situ ada
seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.   
7:3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus,
ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.   
7:4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya:
"Ia layak Engkau tolong,  
7:5
sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." 
7:6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu,
perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; 7:7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.   
7:8 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." 7:9 Setelah
Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" 
7:10 Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah
hamba itu telah sehat kembali.   

Dalam kasus di atas,
Perwira Romawi tidak langsung meminta tolong kepada Yesus, tetapi meminta tolong kepada sesepuh2 Yahudi untuk menemui Yesus. Sesepuh2 Yahudi berhasil meyakinkan Yesus bahwa Perwira Romawi tersebut layak untuk mendapat pertolongan karena banyak berjasa bagi umat Israel. Akhirnya, Yesus pun menuruti keinginan sesepuh2 Yahudi tersebut. Sesampainya Yesus di dekat rumah Perwira Romawi, Yesus mendapati iman Perwira tersebut begitu besar, sehingga hambanya disembuhkan. Lagi2 ini adalah pengecualian atas misi kerasulan Yesus, karena dibujuk oleh sesepuh2 Yahudi.       

4. Kasus 4: Larangan Yesus.   

MATIUS:

10:5.
Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke negeri orang-orang non Yahudi**atau masuk ke dalam kota orang Samaria,   
10:6 melainkan
pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.  

Dalam ayat2 di atas, Yesus
melarang keduabelas muridnya untuk memasuki wilayah orang2 non Yahudi termasuk wilayah Samaria. Orang2 Samaria adalah keturunan campuran antara orang2 Asyur dan orang2 Israel, yang melaksanakan jenis agama Yahudi mereka sendiri, lengkap dengan versi Taurat mereka. Yesus hanya memerintahkan murid2nya kepada orang2 sesat dari umat Israel, yang dimataforakan sebagai "domba2 yang hilang". Lagi2 Yesus membatasi misi kerasulannya, bahkan untuk orang Samaria sekalipun! Lebih jauh, Yesus menyebut orang Samaria sebagai orang asing! Selengkapnya, lihat di bawah ini.     


5. Kasus 5: Orang Asing. 

LUKAS:  

17:11. Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.  
17:12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah
sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh  
17:13 dan berteriak:
"Yesus, Guru, kasihanilah kami!"  
17:14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata:
"Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.  
17:15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,  
17:16 lalu
tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.
17:17 Lalu
Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? 
17:18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada
orang asing ini?"  
17:19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau." 

Perhatikan baik2 bagaimana Yesus kembali menyembuhkan seseorang yang bukan dari Israel lantaran
iman yang didapati Yesus terhadap orang tersebut demikian baik. Sekali lagi, ini merupakan pengecualian atas misi yang diemban Yesus. 

Dalam kasus di atas, dari sepuluh orang berpenyakit kusta yang telah disembuhkan Yesus, salah satunya adalah
seorang Samaria. Dan Yesus menyembuhkan orang tersebut oleh karena iman orang tersebut yang baik. Perlu dicatat, di sini Yesus secara tegas menyatakan berkenaan dengan orang Samaria yang telah disembuhkannya itu sebagai orang asing. Sementara sembilan orang Israel yang telah disembuhkan bersama2 orang Samaria tersebut, kabur menjauh dari Yesus. 

Semakin jelaslah sekarang, bahwa
Yesus hanya mengemban misi kerasulan yang sangat terbatas, yakni hanya kepada orang2 sesat Israel!  


Dari
kelima kasus di atas, terlihat jelas bahwa Yesus membatasi misinya hanya untuk umat Israel. Mengapa orang2 non Israel tidak memperhatikan misi yang diemban Yesus??? Sungguh sangat mengherankan!!! 


Keterangan:

* Selain terdapat dalam Matius 7:6; 15:26 dan Markus 7:27, metafora "anjing" juga terdapat dalam salah satu kitab apokrif Perjanjian Baru, yaitu "Injil" Thomas (Robinson JM, hal 136 - 1990), yang oleh para sarjana alkitabiah diidentifikasi berasal dari sumber Q.

**Frasa "orang-orang non Yahudi" dalam Matius 10:5, diganti dengan "bangsa lain" dalam versi Alkitab Indonesia.   




Wassalaam.

Selasa, 04 Januari 2011

FITNAH ALKITAB TERHADAP PARA NABI ALLAH !!!

FITNAH ALKITAB TERHADAP PARA NABI ALLAH !!!

FITNAH 1: Nabi Ibrahim memiliki gundik.

Kej 25:5. Abraham memberikan segala harta miliknya kepada Ishak, 
Kej 25:6. tetapi kepada anak-anaknya yang diperolehnya dari
gundik-gundiknya ia memberikan pemberian; kemudian ia menyuruh mereka--masih pada waktu ia hidup--meninggalkan Ishak, anaknya, dan pergi ke sebelah timur, ke Tanah Timur. 

FITNAH 2: Nabi Nuh mabuk dan bugil. 

Kej 9:20. Nuh menjadi petani; dialah yang mula-mula membuat kebun anggur. 
Kej 9:21. Setelah ia minum anggur,
mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya. 

FITNAH 3: Nabi Sulaiman memiliki gundik dan menyembah berhala.

1 Raj 11:3. Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan
tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada TUHAN. 
1 Raj 11:9. Sebab itu TUHAN menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, 
Kej 11:10. dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini
supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan TUHAN. 

FITNAH 4: Nabi Harun membuat berhala dan menyuruh orang2 Israel menyembahnya. 

Kel 32:3. Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun.
Kel 32:4. Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan
dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!" 

FITNAH 5: Nabi Luth berzina dengan kedua putrinya. 

Kej 19:30. Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan
kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya. 
Kej 19:31. Kata kakaknya kepada adiknya: "Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi. 
Kej 19:32. Marilah
kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita." 
Kej 19:33. Pada malam itu
mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. 
Kej 19:34. Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya:
"Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita." 
Kej 19:35. Demikianlah juga
pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. 
Kej 19:36.
Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka.
Kej 19:37. Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang. 
Kej 19:38. Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang. 

FITNAH 6: Nabi Yakub (Israel) mengawini 2 perempuan adik-kakak sekaligus.

Kej 29:26. Jawab Laban: "Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya.
Kej 29:27.
Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lainpun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi." 
Kej 29:28. Maka Yakub berbuat demikian; ia menggenapi ketujuh hari perkawinannya dengan
Lea, kemudian Laban memberikan kepadanya Rahel, anaknya itu, menjadi isterinya.

FITNAH 7: Nabi Yakub penipu, ia bergumul dengan Allah dan menang (hebat ya???).

Kej 27:35 Jawab ayahnya (Ishak): "Adikmu telah datang dengan tipu daya dan telah merampas berkat yang untukmu itu." 
Kej 27:36 Kata Esau: "Bukankah
tepat namanya Yakub, karena ia telah dua kali menipu aku. Hak kesulunganku telah dirampasnya, dan sekarang dirampasnya pula berkat yang untukku." Lalu katanya: "Apakah bapa tidak mempunyai berkat lain bagiku?"  
Kej 32:24. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. 
Kej 32:25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu. 
Kej 32:26 Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku." 
Kej 32:27 Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub." 
Kej 32:28 Lalu kata orang itu:
"Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang." 
Kej 32:29 Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.  

FITNAH 8: Nabi Daud (kakek Yesus) berzina dengan istri orang lain. 

2 Sam 11:2. Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana,
tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.
2 Sam 11:3. Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata:
"Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu." 
2 Sam 11:4. Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya,
lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya. 
2 Sam 11:5.
Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: "Aku mengandung."

FITNAH 9: Tuhan akan membalas dendam kepada Nabi Daud dengan menyuruh orang lain meniduri istri-istrinya secara terang-terangan di depan seluruh orang Israel.

2 Sam 12:11 Beginilah Firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu
(Daud) yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil istri-istrimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan istri-istrimu di siang hari.
2 Sam 12:12 Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi
(dengan Batsyeba), tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan."

FITNAH 10: Nabi Daud bertelanjang bulat di depan budak-budak perempuan para hambanya.

2 Sam 6:20 Ketika
Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: "Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!"  

FITNAH 11: Anak Nabi Daud, Amnon, memperkosa adiknya sendiri. 

2 Sam 13:11. Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan,
dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: "Marilah tidur dengan aku, adikku." 
2 Sam 13:12. Tetapi gadis itu berkata kepadanya:
"Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu. 
2 Sam 13:13. Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu." 
2 Sam 13:14. Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya,
diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia. 

FITNAH 12: Anak Nabi Daud, Absalom, berzina dengan istri2 ayahnya.

2 Sam 16:21. Lalu jawab Ahitofel kepada Absalom: "Hampirilah gundik-gundik ayahmu yang ditinggalkannya untuk menunggui istana. Apabila seluruh Israel mendengar, bahwa engkau telah membuat dirimu dibenci oleh ayahmu, maka segala orang yang menyertai engkau, akan dikuatkan hatinya." 
2 Sam 16:22. Maka dibentangkanlah kemah bagi Absalom di atas sotoh,
lalu Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya di depan mata seluruh Israel. 

FITNAH 13: Yehuda (Yahudi), anak Nabi Yakub, berzina dengan Tamar, menantunya sendiri. 

Kej 38:15
Ketika Yehuda melihat dia, disangkanyalah dia seorang perempuan sundal, karena ia menutupi mukanya. 
Kej 38:16 Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: "Marilah, aku mau menghampiri engkau," sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: "Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?" 
Kej 38:17 Jawabnya: "Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari kambing dombaku." Kata perempuan itu: "Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku." 
Kej 38:18 Tanyanya: "Apakah tanggungan yang harus kuberikan kepadamu?" Jawab perempuan itu: "Cap meteraimu serta kalungmu dan tongkat yang ada di tanganmu itu."
Lalu diberikannyalah semuanya itu kepadanya, maka ia menghampirinya. Perempuan itu mengandung dari padanya.

FITNAH 14: Ruben, anak tertua Nabi Yakub, berzina dengan gundik ayahnya.

Kej 35:22 Ketika Israel (Yakub) diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada Israel.

FITNAH 15: Nabi Yesaya berjalan telanjang bulat tidak berkasut tiga tahun lamanya; juga para tawanan raja Asyur.

Yes 20:2 Pada waktu itu berfirmanlah TUHAN melalui Yesaya bin Amos. Firman-Nya: "Pergilah dan bukalah kain kabung dari pinggangmu dan tanggalkanlah kasut dari kakimu," lalu iapun berbuat demikian, maka berjalanlah ia telanjang dan tidak berkasut.
Yes 20:3 Berfirmanlah TUHAN:
"Seperti hamba-Ku Yesaya berjalan telanjang dan tidak berkasut tiga tahun lamanya sebagai tanda dan alamat terhadap Mesir dan terhadap Etiopia.
Yes 20:4 demikianlah raja Asyur akan menggiring orang Mesir sebagai tawanan dan orang Etiopia sebagai buangan,
tua dan muda, telanjang dan tidak berkasut dengan pantatnya kelihatan, suatu penghinaan bagi Mesir.

FITNAH 16: Nabi dan Imam, keduanya fasik.

Yer 23:11 "Sungguh,
baik nabi maupun imam berlaku fasik; di rumah-Kupun juga Aku mendapati kejahatan mereka, demikianlah firman TUHAN. 
Yer 23:12 Sebab itu jalan mereka akan seperti jalan-jalan yang licin bagi mereka; di dalam gelap mereka akan terserandung dan akan jatuh di sana; sebab Aku akan mendatangkan malapetaka atas mereka dalam tahun waktu mereka dihukum, demikianlah firman TUHAN.

FITNAH 17: Segala nabi Samaria penyesat umat.

Yer 23:13 Di kalangan para
nabi Samaria Aku melihat ada yang kurang pantas: mereka bernubuat demi Baal dan menyesatkan umat-Ku Israel. 

FITNAH 18: Segala nabi Yerusalem berbuat zinah.

Yer 23:14 Tetapi di kalangan para
nabi Yerusalem Aku melihat ada yang mengerikan: mereka berzinah dan berkelakuan tidak jujur; mereka menguatkan hati orang-orang yang berbuat jahat, sehingga tidak ada seorangpun yang bertobat dari kejahatannya; semuanya mereka telah menjadi seperti Sodom bagi-Ku dan penduduknya seperti Gomora." 
Yer 23:15 Sebab itu beginilah firman TUHAN semesta alam mengenai para nabi itu: "Sesungguhnya, Aku akan memberi mereka makan ipuh dan minum racun, sebab dari para nabi Yerusalem telah meluas kefasikan ke seluruh negeri." 

FITNAH 19: Nabi-nabi berbuat dusta. 

Yer 23:30 Sebab itu, sesungguhnya,
Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang mencuri firman-Ku masing-masing dari temannya.  Yer 23:31 Sesungguhnya, Aku akan menjadi lawan para nabi, demikianlah firman TUHAN, yang memakai lidahnya sewenang-wenang untuk mengutarakan firman ilahi. 
Yer 23:32 Sesungguhnya,
Aku akan menjadi lawan mereka yang menubuatkan mimpi-mimpi dusta, demikianlah firman TUHAN, dan yang menceritakannya serta menyesatkan umat-Ku dengan dustanya dan dengan bualnya. Aku ini tidak pernah mengutus mereka dan tidak pernah memerintahkan mereka. Mereka sama sekali tiada berguna untuk bangsa ini, demikianlah firman TUHAN. 

FITNAH 20: Segala nabi Israel bebal.

Yeh 13:3 Beginilah firman Tuhan ALLAH:
Celakalah nabi-nabi yang bebal yang mengikuti bisikan hatinya sendiri dan yang tidak melihat sesuatu penglihatan. 
Yeh 13:4
Seperti anjing hutan di tengah-tengah reruntuhan, begitulah nabi-nabimu, hai Israel!  
 
SEMOGA KESEJAHTERAAN SENANTIASA TERLIMPAH
ATAS MEREKA YA ALLAH