Konon, pada suatu kali Yesus mulai mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuninya, sehingga ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu mendengarkannya di darat, di tepi danau itu. Dan Yesus mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Markus menduga bahwa Yesus sering berbicara dalam bentuk perumpamaan-perumpamaan, dengan maksud untuk tetap menyembunyikan kebenaran dari mereka yang tidak pantas mengetahuinya. Sebaliknya, murid-murid Yesus mampu memahami "rahasia-rahasia" ini, yang tersimpan dalam perumpamaan-perumpamaan Yesus. Ketika Yesus sendirian, para pengikut dan kedua belas muridnya mendatanginya dan bertanya tentang perumpamaan itu.
Jawab-Nya: "Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan, supaya: Sekalipun melihat, mereka tidak menanggap, sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti, supaya mereka jangan berbalik dan mendapat ampun." (Markus 4:11-12)
Berbeda dengan Matius (Matius 13:14), Markus tidak secara tegas menyebut perumpamaan-perumpamaan itu sebagai hal pemenuhan nubuat. Namun demikian, pernyataan yang dinisbahkan ke mulut Yesus di atas sebenarnya merupakan penggalan ayat dalam Kitab Yesaya. Dalam hal ini, Markus tampaknya juga menggunakan terjemahan Yesaya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani. Pernyataan Yesaya sebenarnya adalah sebagai berikut:
Lalu aku (Yesaya) mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" Kemudian firman-Nya: "Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh." Kemudian aku bertanya: "Sampai berapa lama, ya Tuhan?" Lalu jawab-Nya: "Sampai kota-kota telah lengang sunyi sepi, tidak ada lagi yang mendiami, dan di rumah-rumah tidak ada lagi manusia dan tanah menjadi sunyi dan sepi. (Yesaya 6:8-11)
Markus berusaha memilih kata-kata Yesaya menjadi sebuah nubuat yang kemudian seolah-olah digenapi oleh Yesus dengan mengeluarkan ayat Yesaya tersebut dari konteks yang sebenarnya. Dengan menghapus bagian awal dan akhir ayat-ayat Yesaya, dimana Yesaya konon secara suka-rela menyampaikan pesan dari Allah, Markus menyembunyikan fakta bahwa pesan Yesaya itu sebenarnya membicarakan tentang diutusnya Yesaya sebagai seorang nabi Allah. Pesan ini jelas mengidentifikasi Yesaya sebagai seorang rasul yang dibicarakan, dan dengan jelas mengidentifikasi peristiwa-peristiwa yang telah digenapi selama masa hidup Yesaya sendiri.
Sekali lagi, kutipan Markus dari Yesaya yang diletakkan di mulut Yesus sebenarnya sudah digenapi oleh nabi Yesaya sendiri sebagai salah seorang rasul Allah untuk bani Israel!
Wassalaam.
Total Tayangan Halaman
Sabtu, 01 Januari 2011
DISTORSI NUBUAT MARKUS 1: RASUL SEBELUMNYA (YOHANES PEMBAPTIS)
Berbeda dengan ketiga injil kanonik lainnya, Markus menempatkan peristiwa pembaptisan oleh Yohanes Pembaptis sebagai permulaan injilnya. Berbagai peristiwa diciptakan sedemikian rupa sehingga seolah-olah kehadiran Yohanes Pembaptis sebelum Yesus ini, konon, merupakan pemenuhan nubuat dari Perjanjian Lama. Berikut ini kutipan Markus:
Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; (Markus 1:2)
ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", (Markus 1:3)
Menarik untuk dicatat, Markus menduga bahwa ayat Perjanjian Lama yang dia kutip dalam Markus 1:2 di atas berasal dari kitab Yesaya, yang kemudian berlanjut dengan ayat selanjutnya dalam Markus 1:3. Sesungguhnya, kutipan dalam Markus 1:2 di atas bukan dari kitab Yesaya, melainkan dari kitab Maleakhi berikut ini:
Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. (Maleakhi 3:1)
Sedangkan ayat Perjanjian Lama yang dikutip Markus dalam Markus 1:3 berasal dari kitab Yesaya berikut:
Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! (Yesaya 40:3)
Sungguhpun demikian, apakah ayat-ayat Perjanjian Lama yang dikutip Markus di atas benar-benar merupakan nubuat yang tepat bagi seorang Yohanes Pembaptis? Marilah kita perbandingkan antara kutipan Markus dengan ayat sebenarnya dari Perjanjian Lama:
1. Terdapat perubahan kata ganti yang paling penting, yang dimasukkan Markus dalam Markus 1:2. Bukanlah bahwa rasul itu "akan mempersiapkan jalan bagi-Mu", tetapi "mempersiapkan jalan di hadapan-Ku", yaitu rasul itu akan mempersiapkan jalan Allah (perhatikan Maleakhi 3:1).
2. Markus menambahkan frase "mendahului Engkau" dalam Markus 1:2, yang seolah-olah Tuhan (Bapa) berbicara dengan Yesus tentang Yohanes. Padahal, "utusan" yang dimaksud Maleakhi 3:1 tidak hanya dimungkinkan pada Yohanes Pembaptis, tetapi pada setiap rasul Allah. Bahkan dalam konsep ketuhanan trinitarian, perubahan-perubahan kata ganti ini menimbulkan banyak persoalan. Dengan mengasumsikan pandangan trinitarian untuk mempertahankan argumen tersebut, keterangan dari Maleakhi mengisyaratkan bahwa rasul tersebut mempersiapkan jalan "Tuhan Bapa", bukan "Tuhan Anak". Betapa pun anda berupaya menyelamatkan Markus pada titik ini, ia sama sekali tidak akan cocok!
3. Demikian juga dalam Markus 1:3, bahwa ia bukanlah "suara dari seseorang yang berseru-seru di padang gurun", tetapi meneriakkan bahwa kita harus mempersiapkan jalan Tuhan "di padang gurun/belantara". Suara itu tidak berada di padang gurun, tetapi "jalan Tuhan" itulah yang berada di padang gurun/belantara yang harus dipersiapkan dan diluruskan. Jelasnya, teks Yesaya 40:3 tidak berbicara tentang "suara orang yang berseru-seru di padang gurun", tetapi ia berbicara tentang "mempersiapkan jalan Tuhan di padang gurun/belantara". Betapa krusialnya perubahan ini!
Dari ketiga perbandingan tersebut, tampak jelas bahwa apa yang disuguhkan Markus tentang pemenuhan nubuat di atas tidak lain adalah distorsi atas pesan Perjanjian Lama.
Ada dua kemungkinan yang terjadi dalam kasus Markus di atas: pertama, Markus sengaja mencari ayat-ayat Perjanjian Lama untuk dijadikan nubuat, kemudian dipaksakan terpenuhi oleh Yohanes Pembaptis dengan cara mendistorsi ayat/pesan sebenarnya dari ayat yang dikutip dari Perjanjian Lama, dan kedua, Markus sengaja mengada-adakan kisah tertentu dalam kehidupan Yohanes Pembaptis demi memenuhi nubuat tertentu dari Perjanjian Lama.
Wassalaam
Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; (Markus 1:2)
ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", (Markus 1:3)
Menarik untuk dicatat, Markus menduga bahwa ayat Perjanjian Lama yang dia kutip dalam Markus 1:2 di atas berasal dari kitab Yesaya, yang kemudian berlanjut dengan ayat selanjutnya dalam Markus 1:3. Sesungguhnya, kutipan dalam Markus 1:2 di atas bukan dari kitab Yesaya, melainkan dari kitab Maleakhi berikut ini:
Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. (Maleakhi 3:1)
Sedangkan ayat Perjanjian Lama yang dikutip Markus dalam Markus 1:3 berasal dari kitab Yesaya berikut:
Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! (Yesaya 40:3)
Sungguhpun demikian, apakah ayat-ayat Perjanjian Lama yang dikutip Markus di atas benar-benar merupakan nubuat yang tepat bagi seorang Yohanes Pembaptis? Marilah kita perbandingkan antara kutipan Markus dengan ayat sebenarnya dari Perjanjian Lama:
1. Terdapat perubahan kata ganti yang paling penting, yang dimasukkan Markus dalam Markus 1:2. Bukanlah bahwa rasul itu "akan mempersiapkan jalan bagi-Mu", tetapi "mempersiapkan jalan di hadapan-Ku", yaitu rasul itu akan mempersiapkan jalan Allah (perhatikan Maleakhi 3:1).
2. Markus menambahkan frase "mendahului Engkau" dalam Markus 1:2, yang seolah-olah Tuhan (Bapa) berbicara dengan Yesus tentang Yohanes. Padahal, "utusan" yang dimaksud Maleakhi 3:1 tidak hanya dimungkinkan pada Yohanes Pembaptis, tetapi pada setiap rasul Allah. Bahkan dalam konsep ketuhanan trinitarian, perubahan-perubahan kata ganti ini menimbulkan banyak persoalan. Dengan mengasumsikan pandangan trinitarian untuk mempertahankan argumen tersebut, keterangan dari Maleakhi mengisyaratkan bahwa rasul tersebut mempersiapkan jalan "Tuhan Bapa", bukan "Tuhan Anak". Betapa pun anda berupaya menyelamatkan Markus pada titik ini, ia sama sekali tidak akan cocok!
3. Demikian juga dalam Markus 1:3, bahwa ia bukanlah "suara dari seseorang yang berseru-seru di padang gurun", tetapi meneriakkan bahwa kita harus mempersiapkan jalan Tuhan "di padang gurun/belantara". Suara itu tidak berada di padang gurun, tetapi "jalan Tuhan" itulah yang berada di padang gurun/belantara yang harus dipersiapkan dan diluruskan. Jelasnya, teks Yesaya 40:3 tidak berbicara tentang "suara orang yang berseru-seru di padang gurun", tetapi ia berbicara tentang "mempersiapkan jalan Tuhan di padang gurun/belantara". Betapa krusialnya perubahan ini!
Dari ketiga perbandingan tersebut, tampak jelas bahwa apa yang disuguhkan Markus tentang pemenuhan nubuat di atas tidak lain adalah distorsi atas pesan Perjanjian Lama.
Ada dua kemungkinan yang terjadi dalam kasus Markus di atas: pertama, Markus sengaja mencari ayat-ayat Perjanjian Lama untuk dijadikan nubuat, kemudian dipaksakan terpenuhi oleh Yohanes Pembaptis dengan cara mendistorsi ayat/pesan sebenarnya dari ayat yang dikutip dari Perjanjian Lama, dan kedua, Markus sengaja mengada-adakan kisah tertentu dalam kehidupan Yohanes Pembaptis demi memenuhi nubuat tertentu dari Perjanjian Lama.
Wassalaam
DISTORSI INJIL2 KANONIK 4: Kematian Yesus.
Konon, menurut keyakinan umat Kristen, Yesus mati di tiang salib. Keyakinan mereka didasarkan pada kisah-kisah imajinasi yang dikarang oleh para pengarang injil-injil kanonik yang ayat-ayatnya disuguhkan di bawah ini. Kisah-kisah kematian Yesus menurut keempat injil kanonik ini bervariasi antara injil yang satu dengan yang lainnya, yang menunjukkan bahwa kisah kematian Yesus ini--meski masing-masing injil menyatakan kematian Yesus--benar-benar merupakan hasil imajinasi dan rekayasa para pengarang injil-injil kanonik.
DONGENGAN MARKUS:
15:33. Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.
15:34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
15:35 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Lihat, Ia memanggil Elia."
15:36 Maka datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata: "Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia."
15:37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.
15:38 Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.
15:39 Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"
15:40 Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome.
15:41 Mereka semuanya telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Dan ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus.
BUALAN MATIUS:
27:45 Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.
27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
27:47 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia."
27:48 Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum.
27:49 Tetapi orang-orang lain berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia."
27:50. Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
27:54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."
27:55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.
27:56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.
KHAYALAN LUKAS:
23:44. Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga,
23:45 sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.
23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
23:47 Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: "Sungguh, orang ini adalah orang benar!"
23:48 Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.
23:49 Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu.
SKENARIO YOHANES:
19:25 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
19:26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
19:27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
19:28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!"
19:29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
19:32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
19:35 Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.
19:36 Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan."
19:37 Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."
Keempat cerita khayalan injil kanonik di atas dengan jelas memberikan narasi yang berbeda-beda. Markus dan Matius memberikan gagasan pemenuhan nubuat yang sama tentang teriakan Yesus dan tindakan seseorang dengan bunga karang kepada Yesus menjelang kematiannya sebagaimana yang tersebut dalam Markus 15:34,36 dan Matius 27:46,48 yang sebenarnya merupakan kutipan ayat-ayat dari Mazmur 22:2; 69:22. Sementara Lukas mengutip Mazmur 31:6 sebagai gagasan pemenuhan nubuat oleh Yesus menjelang kematiannya sebagaimana tersebut dalam Lukas 23:46. Sedangkan Yohanes mengutip Mazmur 22:16; 69:22 sebagai gagasan pemenuhan nubuat oleh Yesus seperti tersebut dalam Yohanes 19:28, "Aku haus!".
Lebih jauh, Yohanes memberikan skenario lanjutan yang tidak terdapat dalam ketiga injil kanonik lainnya tentang khayalan pemenuhan nubuat oleh Yesus dengan mengutip ayat-ayat Keluaran 12:46, Bilangan 9:12, dan Mazmur 34:21 dan meletakkannya pada Yohanes 19:36, dan mengutip Zakharia 12:10 untuk ditambahkan sebagai ayat sebagaimana tersebut dalam Yohanes 19:37.
Perbedaan gagasan pemenuhan nubuat di antara keempat injil kanonik di atas dengan jelas membuktikan bahwa kematian Yesus di tiang salib hanyalah omong kosong dan rekayasa belaka. Keempat pengarangnya memberikan kisah yang berbeda-beda dengan mengutip ayat-ayat tertentu dari Perjanjian Lama sebagai inspirasi untuk mengarang injilnya yang diyakini Kristen sebagai pemenuhan nubuat datangnya sang Juru Selamat Yesus Kristus, padahal ayat-ayat yang dikutip tersebut sama sekali tidak ada relevansinya dengan sosok Yesus dan sama sekali bukan ayat nubuat, terlebih secara khusus menunjuk pada Yesus. Meski Markus dan Matius memberikan gagasan yang sama tentang pemenuhan nubuat oleh Yesus, namun Matius menambahkan narasi fiktif tentang gempa bumi dan kebangkitan orang-orang kudus lantaran gempa bumi tersebut:
27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
27:54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."
Bagaimana mungkin orang-orang yang sudah mati bangkit dari kubur gara-gara gempa bumi dan menampakkan diri kepada orang banyak? Akankah kita percaya begitu saja pada bualan Matius yang ditulis puluhan tahun setelah dugaan penyaliban Yesus?
Lebih jauh lagi, ayat-ayat selanjutnya dari keempat injil kanonik di atas memberikan narasi yang kontradiktif dan berbeda-beda yaitu: daftar nama wanita yang datang ke kubur Yesus tidak sama, hari penampakan Yesus yang berbeda, dan tempat penampakan Yesus tidak sama.
Berkenaan dengan khayalan penampakan Yesus setelah dugaan kematian dan kebangkitannya, Paulus Tarsus dalam 1 Korintus memberikan bualan yang sangat berbeda dengan imajinasi keempat injil kanonik dengan mengatakan dalam suratnya:
15:5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
15:7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
Bandingkan dengan ayat-ayat injil kanonik di bawah ini tentang siapa saja yang mula-mula bertemu dengan Yesus:
MARKUS (satu orang, dengan catatan):
16:9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. (Maria Magdalena tahu bahwa itu adalah Yesus).
MATIUS (dua orang):
28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka (Maria Magdalena dan Maria yang lain) dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
LUKAS (dua orang, tetapi berbeda nama dengan bualan Matius):
24:15 Ketika mereka (Kleopas dan yang lain) sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
YOHANES (satu orang):
20:14 Sesudah berkata demikian ia (Maria Magdalena) menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
Keempat khayalan injil kanonik sendiri berbeda-beda narasi khususnya tentang siapa orang yang mula-mula bertemu dengan Yesus setelah dugaan kematian dan kebangkitannya. Akankah kita beriman pada segala macam cerita konyol seperti di atas?
Wassalaam.
DONGENGAN MARKUS:
15:33. Pada jam dua belas, kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan berlangsung sampai jam tiga.
15:34 Dan pada jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eloi, Eloi, lama sabakhtani?", yang berarti: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
15:35 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Lihat, Ia memanggil Elia."
15:36 Maka datanglah seorang dengan bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum serta berkata: "Baiklah kita tunggu dan melihat apakah Elia datang untuk menurunkan Dia."
15:37 Lalu berserulah Yesus dengan suara nyaring dan menyerahkan nyawa-Nya.
15:38 Ketika itu tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah.
15:39 Waktu kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Dia melihat mati-Nya demikian, berkatalah ia: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah!"
15:40 Ada juga beberapa perempuan yang melihat dari jauh, di antaranya Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus Muda dan Yoses, serta Salome.
15:41 Mereka semuanya telah mengikut Yesus dan melayani-Nya waktu Ia di Galilea. Dan ada juga di situ banyak perempuan lain yang telah datang ke Yerusalem bersama-sama dengan Yesus.
BUALAN MATIUS:
27:45 Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga.
27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?
27:47 Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata: "Ia memanggil Elia."
27:48 Dan segeralah datang seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum.
27:49 Tetapi orang-orang lain berkata: "Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia."
27:50. Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya.
27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
27:54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."
27:55 Dan ada di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan-perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia.
27:56 Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, dan Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak-anak Zebedeus.
KHAYALAN LUKAS:
23:44. Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas, lalu kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga,
23:45 sebab matahari tidak bersinar. Dan tabir Bait Suci terbelah dua.
23:46 Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku." Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya.
23:47 Ketika kepala pasukan melihat apa yang terjadi, ia memuliakan Allah, katanya: "Sungguh, orang ini adalah orang benar!"
23:48 Dan sesudah seluruh orang banyak, yang datang berkerumun di situ untuk tontonan itu, melihat apa yang terjadi itu, pulanglah mereka sambil memukul-mukul diri.
23:49 Semua orang yang mengenal Yesus dari dekat, termasuk perempuan-perempuan yang mengikuti Dia dari Galilea, berdiri jauh-jauh dan melihat semuanya itu.
SKENARIO YOHANES:
19:25 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
19:26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
19:27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.
19:28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!"
19:29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
19:32 Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
19:33 tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
19:34 tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.
19:35 Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu, bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.
19:36 Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: "Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan."
19:37 Dan ada pula nas yang mengatakan: "Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam."
Keempat cerita khayalan injil kanonik di atas dengan jelas memberikan narasi yang berbeda-beda. Markus dan Matius memberikan gagasan pemenuhan nubuat yang sama tentang teriakan Yesus dan tindakan seseorang dengan bunga karang kepada Yesus menjelang kematiannya sebagaimana yang tersebut dalam Markus 15:34,36 dan Matius 27:46,48 yang sebenarnya merupakan kutipan ayat-ayat dari Mazmur 22:2; 69:22. Sementara Lukas mengutip Mazmur 31:6 sebagai gagasan pemenuhan nubuat oleh Yesus menjelang kematiannya sebagaimana tersebut dalam Lukas 23:46. Sedangkan Yohanes mengutip Mazmur 22:16; 69:22 sebagai gagasan pemenuhan nubuat oleh Yesus seperti tersebut dalam Yohanes 19:28, "Aku haus!".
Lebih jauh, Yohanes memberikan skenario lanjutan yang tidak terdapat dalam ketiga injil kanonik lainnya tentang khayalan pemenuhan nubuat oleh Yesus dengan mengutip ayat-ayat Keluaran 12:46, Bilangan 9:12, dan Mazmur 34:21 dan meletakkannya pada Yohanes 19:36, dan mengutip Zakharia 12:10 untuk ditambahkan sebagai ayat sebagaimana tersebut dalam Yohanes 19:37.
Perbedaan gagasan pemenuhan nubuat di antara keempat injil kanonik di atas dengan jelas membuktikan bahwa kematian Yesus di tiang salib hanyalah omong kosong dan rekayasa belaka. Keempat pengarangnya memberikan kisah yang berbeda-beda dengan mengutip ayat-ayat tertentu dari Perjanjian Lama sebagai inspirasi untuk mengarang injilnya yang diyakini Kristen sebagai pemenuhan nubuat datangnya sang Juru Selamat Yesus Kristus, padahal ayat-ayat yang dikutip tersebut sama sekali tidak ada relevansinya dengan sosok Yesus dan sama sekali bukan ayat nubuat, terlebih secara khusus menunjuk pada Yesus. Meski Markus dan Matius memberikan gagasan yang sama tentang pemenuhan nubuat oleh Yesus, namun Matius menambahkan narasi fiktif tentang gempa bumi dan kebangkitan orang-orang kudus lantaran gempa bumi tersebut:
27:51 Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
27:52 dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
27:53 Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.
27:54 Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."
Bagaimana mungkin orang-orang yang sudah mati bangkit dari kubur gara-gara gempa bumi dan menampakkan diri kepada orang banyak? Akankah kita percaya begitu saja pada bualan Matius yang ditulis puluhan tahun setelah dugaan penyaliban Yesus?
Lebih jauh lagi, ayat-ayat selanjutnya dari keempat injil kanonik di atas memberikan narasi yang kontradiktif dan berbeda-beda yaitu: daftar nama wanita yang datang ke kubur Yesus tidak sama, hari penampakan Yesus yang berbeda, dan tempat penampakan Yesus tidak sama.
Berkenaan dengan khayalan penampakan Yesus setelah dugaan kematian dan kebangkitannya, Paulus Tarsus dalam 1 Korintus memberikan bualan yang sangat berbeda dengan imajinasi keempat injil kanonik dengan mengatakan dalam suratnya:
15:5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
15:7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
Bandingkan dengan ayat-ayat injil kanonik di bawah ini tentang siapa saja yang mula-mula bertemu dengan Yesus:
MARKUS (satu orang, dengan catatan):
16:9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. (Maria Magdalena tahu bahwa itu adalah Yesus).
MATIUS (dua orang):
28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka (Maria Magdalena dan Maria yang lain) dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
LUKAS (dua orang, tetapi berbeda nama dengan bualan Matius):
24:15 Ketika mereka (Kleopas dan yang lain) sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
YOHANES (satu orang):
20:14 Sesudah berkata demikian ia (Maria Magdalena) menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.
Keempat khayalan injil kanonik sendiri berbeda-beda narasi khususnya tentang siapa orang yang mula-mula bertemu dengan Yesus setelah dugaan kematian dan kebangkitannya. Akankah kita beriman pada segala macam cerita konyol seperti di atas?
Wassalaam.
KEBOHONGAN INJIL2 KANONIK 3: Firman Tuhan kepada Tuhan
Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka: "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Mereka menjawab: "Anak Daud." (Matius 22:41-42). Narasi selanjutnya dikutip di bawah ini:
MATIUS:
22:43 Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata:
22:44 Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
22:45 Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"
22:46 Tidak ada seorangpun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorangpun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.
MARKUS:
12:35. Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?
12:36 Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
12:37 Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.
LUKAS:
20:41 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Bagaimana orang dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah Anak Daud?
20:42 Sebab Daud sendiri berkata dalam kitab Mazmur: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku,
20:43 sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.
20:44 Jadi Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"
Secara sepintas, ayat yang dikutip oleh para pengarang injil2 kanonik dari Kitab Mazmur, tidak terlihat adanya kesalahan ataupun distorsi. Lagi2 mereka mengutipnya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani. Namun, sebelum kita meneliti lebih lanjut, teks asli Kitab Mazmur harus disuguhkan berikut ini:
110:1. Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."
110:2 Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu!
110:3 Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.
110:4 TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek."
Jika kita meneliti secara cermat dan membandingkan teks yang dikutip para pengarang injil2 kanonik dengan teks asli Mazmur, kita akan menemukan 2 persoalan yang mencolok, yaitu:
1. Bahwa frasa "firman Tuhan kepada tuanku" dalam Mazmur adalah redaksi dari penyusun-tak-dikenal Kitab Mazmur untuk menyebut/menunjuk kepada Daud. Sementara para pengarang injil2 kanonik telah mendistorsi teks asli Mazmur sedemikian rupa, dengan menjadikan frasa tersebut seolah2 ditulis oleh Daud yang bercerita tentang "firman Tuhan kepada Yesus". Betapa krusialnya perubahan ini!
2. Perhatikan inisial "t" (huruf kecil) pada kata "tuanku" dan inisial "m" (huruf kecil) pada kata2 "musuh-musuhmu" dan "kakimu" dalam Mazmur, oleh penerjemah Alkitab, inisial tersebut dirubah menjadi "T" (huruf besar) dan "M" (huruf besar) ketika menerjemahkannya ke dalam teks ayat injil2 kanonik. Ini jelas2 merupakan upaya terselubung yang dimaksudkan untuk memenuhi gagasan "mesias" orang2 Yahudi yang "dipaksakan" terpenuhi oleh Yesus. Benar2 tidak berbicara kebenaran!
Lebih kacau lagi, jika kita mencermati narasi ketiga pengarang injil2 kanonik di atas, maka narasi tersebut justru BERTENTANGAN dengan "Silsilah Yesus" yang dikarang oleh pengarang Matius dan Lukas yang menyatakan bahwa Yesus adalah keturunan Daud (Matius 1:1 dan Lukas 3:31). Perhatikan frasa yang dinisbahkan ke mulut Yesus oleh para pengarang injil2 kanonik, "Daud menyebut Dia (Yesus) Tuannya, bagaimana mungkin Ia (Yesus) anaknya (Daud) pula?". Frasa ini jelas2 menunjukkan bahwa Yesus BUKANLAH keturunan Daud. Benar2 kacau-balau!
Wassalaam.
MATIUS:
22:43 Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata:
22:44 Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
22:45 Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"
22:46 Tidak ada seorangpun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorangpun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.
MARKUS:
12:35. Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?
12:36 Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
12:37 Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.
LUKAS:
20:41 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Bagaimana orang dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah Anak Daud?
20:42 Sebab Daud sendiri berkata dalam kitab Mazmur: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku,
20:43 sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.
20:44 Jadi Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"
Secara sepintas, ayat yang dikutip oleh para pengarang injil2 kanonik dari Kitab Mazmur, tidak terlihat adanya kesalahan ataupun distorsi. Lagi2 mereka mengutipnya dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani. Namun, sebelum kita meneliti lebih lanjut, teks asli Kitab Mazmur harus disuguhkan berikut ini:
110:1. Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."
110:2 Tongkat kekuatanmu akan diulurkan TUHAN dari Sion: memerintahlah di antara musuhmu!
110:3 Pada hari tentaramu bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan; dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.
110:4 TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek."
Jika kita meneliti secara cermat dan membandingkan teks yang dikutip para pengarang injil2 kanonik dengan teks asli Mazmur, kita akan menemukan 2 persoalan yang mencolok, yaitu:
1. Bahwa frasa "firman Tuhan kepada tuanku" dalam Mazmur adalah redaksi dari penyusun-tak-dikenal Kitab Mazmur untuk menyebut/menunjuk kepada Daud. Sementara para pengarang injil2 kanonik telah mendistorsi teks asli Mazmur sedemikian rupa, dengan menjadikan frasa tersebut seolah2 ditulis oleh Daud yang bercerita tentang "firman Tuhan kepada Yesus". Betapa krusialnya perubahan ini!
2. Perhatikan inisial "t" (huruf kecil) pada kata "tuanku" dan inisial "m" (huruf kecil) pada kata2 "musuh-musuhmu" dan "kakimu" dalam Mazmur, oleh penerjemah Alkitab, inisial tersebut dirubah menjadi "T" (huruf besar) dan "M" (huruf besar) ketika menerjemahkannya ke dalam teks ayat injil2 kanonik. Ini jelas2 merupakan upaya terselubung yang dimaksudkan untuk memenuhi gagasan "mesias" orang2 Yahudi yang "dipaksakan" terpenuhi oleh Yesus. Benar2 tidak berbicara kebenaran!
Lebih kacau lagi, jika kita mencermati narasi ketiga pengarang injil2 kanonik di atas, maka narasi tersebut justru BERTENTANGAN dengan "Silsilah Yesus" yang dikarang oleh pengarang Matius dan Lukas yang menyatakan bahwa Yesus adalah keturunan Daud (Matius 1:1 dan Lukas 3:31). Perhatikan frasa yang dinisbahkan ke mulut Yesus oleh para pengarang injil2 kanonik, "Daud menyebut Dia (Yesus) Tuannya, bagaimana mungkin Ia (Yesus) anaknya (Daud) pula?". Frasa ini jelas2 menunjukkan bahwa Yesus BUKANLAH keturunan Daud. Benar2 kacau-balau!
Wassalaam.
KEBOHONGAN INJIL2 KANONIK 2: Anak yang Dikasihi Allah
Digambarkan dalam injil2 kanonik bahwa ketika semua orang dari daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem telah dibaptis oleh Yohanes sang Pembaptis di Sungai Yordan, lalu datanglah Yesus dari Nazaret kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Narasi selanjutnya dikutip di bawah ini:
MATIUS:
12:16 Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,
12:17 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada orang-orang non-Yahudi.
12:19 Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.
12:20 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.
12:21 Dan pada-Nyalah orang-orang non-Yahudi akan berharap."
3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
MARKUS:
1:9. Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.
1:10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.
1:11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."
LUKAS:
3:21. Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit
3:22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."
YOHANES:
1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
1:33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."
Ayat2 injil di atas tidak secara eksplisit menunjuk keterangan dalam Perjanjian Lama, kecuali MATIUS 12:16-21. Namun, dengan mempertimbangkan kebiasaan injil2 kanonik menunjuk nubuat Yesaya dalam narasinya dan mengingat KEBOHONGAN INJIL2 KANONIK 1, maka sesungguhnya ayat2 injil kanonik di atas diinspirasikan dan dikutip oleh para pengarangnya dari Kitab Yesaya berikut ini:
42:1. Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. (a)
42:2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
42:4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
42:5. Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:
42:6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.
42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. 42:9 Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu."
42:10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. (b)
42:11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! (c)
42:12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.
42:13. TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya. (d)
42:14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.
42:15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga.
42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.
42:17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: "Kamulah allah kami!" (e)
42:18. Dengarkanlah, hai orang-orang tuli pandanglah dan lihatlah, hai orang-orang buta!
42:19 Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN? (f)
42:20 Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar.
42:21 TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia;
60:7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.
60:8 Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu kandangnya?
Ayat2 Yesaya yang dikutip injil2 kanonik tampak tidak terlihat adanya distorsi, mengingat tidak ada penunjukan nash dari injil2 tersebut tentang peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes sang Pembaptis, kecuali MATIUS 12:16-21. Namun demikian, kalau kita meneliti dan membandingkan antara teks Yesaya dengan injil2 kanonik di atas, maka akan terlihat adanya upaya "pemenuhan nubuat yang tersembunyi" dari para pengarang injil2 kanonik.
Di sini terdapat dua frasa yang dikutip oleh pengarang injil2 kanonik, yaitu "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan" dan "Roh seperti merpati turun ke atas-Nya", yang sebenarnya merupakan teks dari Yesaya, "Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya" dan "Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu kandangnya".
Jelaslah sekarang, bahwa para pengarang injil kanonik telah membuat suatu "pemenuhan nubuat yang tersembunyi" yang seolah2 peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes sang Pembaptis merupakan pemenuhan nubuat dari Perjanjian Lama. Padahal, teks Yesaya yang mereka kutip sesungguhnya tidak berkaitan sama sekali dengan Yesus, tetapi teks Yesaya justru mengindikasikan akan datangnya seorang nabi yang lainnya, bukan Yesus. Hal ini dapat kita lihat dari ayat2 selanjutnya dari teks Yesaya tersebut.
Sekarang, marilah kita selidiki ayat2 Yesaya selanjutnya dengan tetap menyandarkan penjelasan ini pada nubuat datangnya seorang nabi yang seperti Musa sebagaimana dimaksud Kitab Ulangan 18:18-20.
(a) Perlu dicatat, bahwa Yesaya 42:1 di atas menjelaskan tentang konsep "hamba" yang telah dipilih oleh Tuhan untuk seluruh alam semesta, dan secara tegas Al-Qur'an berbicara mengenai hal tersebut:
[QS. 25:1. Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,]
(b) Menurut Yesaya 42:10, Tuhan memerintahkan untuk membuat "nyanyian baru". Frasa "nyanyian baru" jelas merupakan kiasan yang dapat diterjemahkan sebagai "syariat baru". Kita tahu, Yesus datang bukanlah untuk membawa syariat baru, tetapi justru untuk melengkapi syariat yang sudah ada yaitu syariat Taurat, sebagaimana dijelaskan oleh salah satu injil kanonik sendiri (Matius 5:17-20). Dengan demikian, maka ayat Yesaya ini juga tidak cocok diterapkan kepada Yesus.
(c) Dalam Yesaya 42:11, terdapat frasa "didiami Kedar" dan "Bukit Batu" (lihat juga Yesaya 60:7-8 di atas). Kita juga tahu, bahwa "Kedar" adalah nama sebuah kabilah bangsa Arab di Mekah yang merupakan keturunan Nabi Ismail dari anak keduanya yang bernama Kedar (Kejadian 25:13). Demikian juga dengan Nebayot, ia adalah anak sulung Nabi Ismail. Mekah juga secara geologis terkenal dengan gunung2 batunya. Sedangkan Yesus adalah keturunan Ishak, adik Ismail, dengan "memaksakan" garis keturunannya melalui jalur Yusuf, bapak tiri Yesus, oleh karena Yesus lahir dari perawan suci Maria. Dengan demikian, maka ayat Yesaya ini juga tidak cocok diterapkan kepada Yesus.
(d) Dalam Yesaya 42:13, terdapat frasa "Tuhan keluar berperang seperti pahlawan". Ayat ini juga tidak cocok dengan Yesus, karena Yesus tidak pernah berperang atau memimpin peperangan secara fisik. Bahkan, Yesus justru "dibunuh" oleh kaumnya sendiri, yang berarti Yesus bukanlah "pahlawan perang" yang dimaksud Yesaya tersebut.
(e) Dalam Yesaya 42:17, terdapat frasa " Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang". Umat Israel ketika Yesus diutus, bukanlah penyembah berhala dari patung2 buatan manusia, sehingga ayat ini juga tidak cocok diterapkan pada sosok Yesus.
(f) Dalam Yesaya 42:19, terdapat kata2 ungkapan "buta" dan "tuli". Kata "buta" merupakan ungkapan Tuhan yang dapat diartikan sebagai "tidak dapat membaca dan menulis", sedangkan kata "tuli" dapat diartikan sebagai "tidak pernah mendengar satu kitab pun sebelumnya". Ayat ini juga tidak cocok dengan Yesus, karena Yesus datang justru untuk menggenapi hukum Taurat dan kitab2 para nabi dengan diterimanya kitab Injil dari Tuhan (Matius 5:17-20).
Berdasarkan uraian di atas, maka "pemenuhan nubuat tersembunyi" sebagaimana dinarasikan dalam injil2 kanonik di atas, yang sebenarnya dikutip dari teks Yesaya ini, menjadi semakin jelas dan terbukti mengada-ada! Nabi itu bukanlah Yesus, karena dalam segala hal yang tersebut dalam nubuat Yesaya di atas bertolak belakang dengan kehidupan Yesus, tetapi ia justru cocok dengan nabi setelah Yesus, yang dalam berbagai hal sama persis dengan nubuat Yesaya di atas. Lebih jauh, nubuat Yesaya di atas justru membuka tabir kebohongan peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes sang Pembaptis!
Wassalaam.
MATIUS:
12:16 Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia,
12:17 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
12:18 "Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada orang-orang non-Yahudi.
12:19 Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan.
12:20 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.
12:21 Dan pada-Nyalah orang-orang non-Yahudi akan berharap."
3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
MARKUS:
1:9. Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.
1:10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.
1:11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."
LUKAS:
3:21. Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit
3:22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."
YOHANES:
1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
1:33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."
Ayat2 injil di atas tidak secara eksplisit menunjuk keterangan dalam Perjanjian Lama, kecuali MATIUS 12:16-21. Namun, dengan mempertimbangkan kebiasaan injil2 kanonik menunjuk nubuat Yesaya dalam narasinya dan mengingat KEBOHONGAN INJIL2 KANONIK 1, maka sesungguhnya ayat2 injil kanonik di atas diinspirasikan dan dikutip oleh para pengarangnya dari Kitab Yesaya berikut ini:
42:1. Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. (a)
42:2 Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suara atau memperdengarkan suaranya di jalan.
42:3 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.
42:4 Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya.
42:5. Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya:
42:6 "Aku ini, TUHAN, telah memanggil engkau untuk maksud penyelamatan, telah memegang tanganmu; Aku telah membentuk engkau dan memberi engkau menjadi perjanjian bagi umat manusia, menjadi terang untuk bangsa-bangsa,
42:7 untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara.
42:8 Aku ini TUHAN, itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung. 42:9 Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu."
42:10 Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN dan pujilah Dia dari ujung bumi! Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya dan pulau-pulau dengan segala penduduknya. (b)
42:11 Baiklah padang gurun menyaringkan suara dengan kota-kotanya dan dengan desa-desa yang didiami Kedar! Baiklah bersorak-sorai penduduk Bukit Batu, baiklah mereka berseru-seru dari puncak gunung-gunung! (c)
42:12 Baiklah mereka memberi penghormatan kepada TUHAN, dan memberitakan pujian yang kepada-Nya di pulau-pulau.
42:13. TUHAN keluar berperang seperti pahlawan, seperti orang perang Ia membangkitkan semangat-Nya untuk bertempur; Ia bertempik sorak, ya, Ia memekik, terhadap musuh-musuh-Nya Ia membuktikan kepahlawanan-Nya. (d)
42:14 Aku membisu dari sejak dahulu kala, Aku berdiam diri, Aku menahan hati-Ku; sekarang Aku mau mengerang seperti perempuan yang melahirkan, Aku mau mengah-mengah dan megap-megap.
42:15 Aku mau membuat tandus gunung-gunung dan bukit-bukit, dan mau membuat layu segala tumbuh-tumbuhannya; Aku mau membuat sungai-sungai menjadi tanah kering dan mau membuat kering telaga-telaga.
42:16 Aku mau memimpin orang-orang buta di jalan yang tidak mereka kenal, dan mau membawa mereka berjalan di jalan-jalan yang tidak mereka kenal. Aku mau membuat kegelapan yang di depan mereka menjadi terang dan tanah yang berkeluk-keluk menjadi tanah yang rata. Itulah hal-hal yang hendak Kulakukan kepada mereka, yang pasti akan Kulaksanakan.
42:17 Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang dan mendapat malu, yaitu orang-orang yang berkata kepada patung tuangan: "Kamulah allah kami!" (e)
42:18. Dengarkanlah, hai orang-orang tuli pandanglah dan lihatlah, hai orang-orang buta!
42:19 Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN? (f)
42:20 Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar.
42:21 TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia;
60:7 Segala kambing domba Kedar akan berhimpun kepadamu, domba-domba jantan Nebayot akan tersedia untuk ibadahmu; semuanya akan dipersembahkan di atas mezbah-Ku sebagai korban yang berkenan kepada-Ku, dan Aku akan menyemarakkan rumah keagungan-Ku.
60:8 Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu kandangnya?
Ayat2 Yesaya yang dikutip injil2 kanonik tampak tidak terlihat adanya distorsi, mengingat tidak ada penunjukan nash dari injil2 tersebut tentang peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes sang Pembaptis, kecuali MATIUS 12:16-21. Namun demikian, kalau kita meneliti dan membandingkan antara teks Yesaya dengan injil2 kanonik di atas, maka akan terlihat adanya upaya "pemenuhan nubuat yang tersembunyi" dari para pengarang injil2 kanonik.
Di sini terdapat dua frasa yang dikutip oleh pengarang injil2 kanonik, yaitu "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan" dan "Roh seperti merpati turun ke atas-Nya", yang sebenarnya merupakan teks dari Yesaya, "Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya" dan "Siapakah mereka ini yang melayang seperti awan dan seperti burung merpati ke pintu kandangnya".
Jelaslah sekarang, bahwa para pengarang injil kanonik telah membuat suatu "pemenuhan nubuat yang tersembunyi" yang seolah2 peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes sang Pembaptis merupakan pemenuhan nubuat dari Perjanjian Lama. Padahal, teks Yesaya yang mereka kutip sesungguhnya tidak berkaitan sama sekali dengan Yesus, tetapi teks Yesaya justru mengindikasikan akan datangnya seorang nabi yang lainnya, bukan Yesus. Hal ini dapat kita lihat dari ayat2 selanjutnya dari teks Yesaya tersebut.
Sekarang, marilah kita selidiki ayat2 Yesaya selanjutnya dengan tetap menyandarkan penjelasan ini pada nubuat datangnya seorang nabi yang seperti Musa sebagaimana dimaksud Kitab Ulangan 18:18-20.
(a) Perlu dicatat, bahwa Yesaya 42:1 di atas menjelaskan tentang konsep "hamba" yang telah dipilih oleh Tuhan untuk seluruh alam semesta, dan secara tegas Al-Qur'an berbicara mengenai hal tersebut:
[QS. 25:1. Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam,]
(b) Menurut Yesaya 42:10, Tuhan memerintahkan untuk membuat "nyanyian baru". Frasa "nyanyian baru" jelas merupakan kiasan yang dapat diterjemahkan sebagai "syariat baru". Kita tahu, Yesus datang bukanlah untuk membawa syariat baru, tetapi justru untuk melengkapi syariat yang sudah ada yaitu syariat Taurat, sebagaimana dijelaskan oleh salah satu injil kanonik sendiri (Matius 5:17-20). Dengan demikian, maka ayat Yesaya ini juga tidak cocok diterapkan kepada Yesus.
(c) Dalam Yesaya 42:11, terdapat frasa "didiami Kedar" dan "Bukit Batu" (lihat juga Yesaya 60:7-8 di atas). Kita juga tahu, bahwa "Kedar" adalah nama sebuah kabilah bangsa Arab di Mekah yang merupakan keturunan Nabi Ismail dari anak keduanya yang bernama Kedar (Kejadian 25:13). Demikian juga dengan Nebayot, ia adalah anak sulung Nabi Ismail. Mekah juga secara geologis terkenal dengan gunung2 batunya. Sedangkan Yesus adalah keturunan Ishak, adik Ismail, dengan "memaksakan" garis keturunannya melalui jalur Yusuf, bapak tiri Yesus, oleh karena Yesus lahir dari perawan suci Maria. Dengan demikian, maka ayat Yesaya ini juga tidak cocok diterapkan kepada Yesus.
(d) Dalam Yesaya 42:13, terdapat frasa "Tuhan keluar berperang seperti pahlawan". Ayat ini juga tidak cocok dengan Yesus, karena Yesus tidak pernah berperang atau memimpin peperangan secara fisik. Bahkan, Yesus justru "dibunuh" oleh kaumnya sendiri, yang berarti Yesus bukanlah "pahlawan perang" yang dimaksud Yesaya tersebut.
(e) Dalam Yesaya 42:17, terdapat frasa " Orang-orang yang percaya kepada patung pahatan akan berpaling ke belakang". Umat Israel ketika Yesus diutus, bukanlah penyembah berhala dari patung2 buatan manusia, sehingga ayat ini juga tidak cocok diterapkan pada sosok Yesus.
(f) Dalam Yesaya 42:19, terdapat kata2 ungkapan "buta" dan "tuli". Kata "buta" merupakan ungkapan Tuhan yang dapat diartikan sebagai "tidak dapat membaca dan menulis", sedangkan kata "tuli" dapat diartikan sebagai "tidak pernah mendengar satu kitab pun sebelumnya". Ayat ini juga tidak cocok dengan Yesus, karena Yesus datang justru untuk menggenapi hukum Taurat dan kitab2 para nabi dengan diterimanya kitab Injil dari Tuhan (Matius 5:17-20).
Berdasarkan uraian di atas, maka "pemenuhan nubuat tersembunyi" sebagaimana dinarasikan dalam injil2 kanonik di atas, yang sebenarnya dikutip dari teks Yesaya ini, menjadi semakin jelas dan terbukti mengada-ada! Nabi itu bukanlah Yesus, karena dalam segala hal yang tersebut dalam nubuat Yesaya di atas bertolak belakang dengan kehidupan Yesus, tetapi ia justru cocok dengan nabi setelah Yesus, yang dalam berbagai hal sama persis dengan nubuat Yesaya di atas. Lebih jauh, nubuat Yesaya di atas justru membuka tabir kebohongan peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes sang Pembaptis!
Wassalaam.
KEBOHONGAN INJIL-INJIL KANONIK !!!
Ada banyak distorsi dan rekayasa yang telah dilakukan oleh para pengarang injil2 kanonik (Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes) khususnya yang berkaitan dengan gagasan2 pemenuhan nubuat akan datangnya sang Juru Selamat. Namun demikian, saya hanya akan menyuguhkan beberapa contoh kasus saja agar tidak terlalu membosankan untuk dibaca.
Para pengarang injil2 kanonik mengambil ayat2 tertentu dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani sebagai nubuat, kemudian mereka mengada2kan kisah2 tertentu dalam kehidupan Yesus (Isa Al-Masih), semoga kesejahteraan senantiasa terlimpah atasnya, yang seolah2 kisah2 tersebut merupakan pemenuhan nubuat datangnya sang Juru Selamat, Yesus Kristus.
Mungkin sekali gagasan2 tersebut dilatarbelakangi oleh ramalan akan datangnya seorang Nabi yang seperti Musa, semoga kesejahteraan senantiasa terlimpah atasnya, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Ulangan berikut ini:
18:18 seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
18:19 Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.
18:20 Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus dibunuh. (al. Douay Rheims Bible & New Century Version).
Untuk memenuhi ramalan tersebut yang diklaim menunjuk pada Yesus, para pengarang injil2 kanonik tampaknya berupaya keras menciptakan persamaan antara kehidupan Yesus dengan Musa antara lain dengan mengada2kan kisah2 tertentu dalam kehidupan Yesus dan menghubung2kannya dengan nubuat tertentu dalam Perjanjian Lama sehingga seolah2 nubuat tersebut terpenuhi dalam kehidupan Yesus.
Namun demikian, jika kita mencermati kisah2 kehidupan Yesus yang diklaim sebagai pemenuhan nubuat tersebut, kemudian kita membandingkannya atau mencocokkannya dengan nubuat yang dikutip dari Perjanjian Lama, maka akan terlihat jelas betapa nubuat2 yang dikutip tersebut telah didistorsi sedemikian rupa sehingga bagi pembaca yang awam akan tampak bahwa kisah2 dalam kehidupan Yesus tertentu benar2 merupakan pemenuhan nubuat dari Perjanjian Lama.
KEBOHONGAN INJIL2 KANONIK 1: Yohanes Sang Pembaptis.
Para pengarang injil2 kanonik memperkenalkan tokoh Yohanes (Yahya) sang Pembaptis, semoga kesejahteraan senantiasa terlimpah atasnya, yang ingin digambarkan mereka sebagai pemenuhan nubuat akan datangnya seorang Juru Selamat lainnya. Dalam kasus ini, bukanlah Yohanes sang Pembaptis yang menjadi Juru Selamat, tetapi bahwa Yohanes sang Pembaptis merupakan pemenuhan nubuat datangnya seorang tokoh yang konon mendahului kedatangan sang Juru Selamat, Yesus Kristus. Berikut ini petikan injil2 kanonik:
MATIUS:
3:1. Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:
3:2 "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: "Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya."
3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
MARKUS:
1:2 Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;
1:3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", 1:4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."
LUKAS:
3:3 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,
3:4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
3:16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
YOHANES:
1:22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?"
1:23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."
1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak."
Kutipan injil2 kanonik di atas sebenarnya merujuk pada satu keterangan dari Perjanjian Lama yang benar2 eksis, tetapi mereka mengutipnya dari versi Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani. Dalam uraian berikut, terjemahan teks berbahasa Ibrani mengenai ayat2 Kitab Yesaya tersebut dikutip di bawah ini:
40:3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
40:4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
40:5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
40:6 Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?" "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang.
40:7 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput.
40:8 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."
Terjemahan injil2 kanonik yang diambil dari Septuaginta Perjanjian Lama berbahasa Yunani tampaknya sangat cocok dengan Yohanes sang Pembaptis. Tentu saja, karena para pengarang injil2 kanonik tersebut menarasikan seolah2 nabi Allah ini muncul dan mewartakan pesannya di wilayah belantara di sekitar Sungai Yordan, dan dibuat sedemikian rupa sehingga seolah2 pesan Yohanes selaras dengan yang dilaporkan dalam kutipan Yesaya di atas. Namun, jika kita meneliti terjemahan dari bahasa Ibrani, sebagaimana dipertentangkan dengan versi bahasa Yunani dari teks Yesaya, maka kita akan mengetahui adanya PERSOALAN YANG MENCOLOK. Bahwa ia bukanlah "suara dari seseorang yang berseru2 di padang gurun", tetapi meneriakkan bahwa kita harus mempersiapkan jalan Tuhan "di padang gurun/belantara".
Suara itu tidak berada di padang gurun, tetapi "jalan Tuhan" itulah yang berada di padang gurun/belantara yang harus dipersiapkan dan diluruskan. Betapa krusialnya perubahan ini! Para pengarang injil2 kanonik, menerjemahkan keterangan itu sedemikian rupa sehingga seolah2 sesuai dengan Yohanes sang Pembaptis. Akan tetapi, itu bukanlah yang dikatakan Yesaya. Kata2 Yesaya yang sebenarnya dari teks berbahasa Ibrani tidak memiliki kaitan sama sekali dengan Yohanes sang Pembaptis, tetapi ia justru lebih cocok dengan nabi setelah Yesus. Nabi itu telah mengubah Jazirah Arab yang berupa padang gurun dan gunung2 batu, yang luasnya ratusan kali luas padang gurun Yudea, menjadi kota dan negeri yang senantiasa ramai oleh hamba2 Allah.
Jelasnya, teks Yesaya di atas tidak berbicara tentang "suara orang yang berseru-seru di padang gurun", tetapi ia berbicara tentang "mempersiapkan jalan Tuhan di padang gurun/belantara". Menurut Yesaya, "suara orang yang berseru-seru" itu berada di suatu tempat yang tidak diketahui, yang menyerukan umatnya untuk mempersiapkan dan meluruskan jalan Tuhan di padang gurun/belantara. Sebaliknya, para pengarang injil2 kanonik mendistorsi teks Yesaya tersebut sedemikian rupa sehingga seolah2 ia berbicara tentang "suara orang yang berseru-seru di padang gurun", yang dimaksudkan untuk menunjuk kepada Yohanes sang Pembaptis, yang menyerukan umatnya untuk mempersiapkan dan meluruskan jalan Tuhan (dimana???). Benar2 tidak berbicara kebenaran!
Lebih jauh, dalam Yesaya 40:8 di atas terdapat frasa "tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya". Perlu dicamkan di sini, bahwa TIDAK ADA Firman Allah yang "tetap suci" keadaannya di dunia ini, dan PASTI terjaga kesuciannya hingga hari kiamat, selain Al-Qur'an!
Wassalaam
Langganan:
Postingan (Atom)